Jumat, 01 April 2016

Makna nilai-nilai setiap sila Pancasila



Nilai-nilai yang Terkandung dalam Sila Pancasila

Nilai Nilai yang Terkandung dalam Setiap  Sila Pancasila - Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara mengandung nilai-nilai yang dijadikan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai tersebut terdapat dalam sila-sila yang ada dalam Pancasila

1.      Pancasila Sila Pertama :
Menunjukkan bahwa Tuhan adalah sebab pertama dari segala sesuatu, Yang Maha Esa, dan segala  sesuatu  bergantung kepada-Nya, maka manusia Indonesia akan mengembangkan toleransi  antar umat beragama, toleransi sesama umat beragama,  dan toleransi antar umat beragama dengan negaranya. Tidak akan memaksakan agama kepada pemeluk agama  lain .  Bangsa  Indonesia  bukan bangsa yang sekuler  atau  memisahkan agama dan negara. Indonesia juga bukan negara agama yang mendasarkan kepada agama tertentu.

Adapun makna yang terkandung dalam sila ini adalah :
-          Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
-          Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
-          Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.

Contoh penerapan kehidupan dalam  sila pertama ini sebagai berikut:
-          Bagi yang menerapkan sila pertama  sebagai umat yang berketuhanan yakni taat atas segala perintah dan larangan Tuhannya serta menghormati umat yang lain yang berbeda  agama. Contohnya : Setiap tahun umat muslim menjalankan ibadah puasa ramadhan dan menjauhkan apa-apa yang menjadi laranganNya. Begitupun umat Hindu yang menjalan ibadah nyepi . Satu sama lain harus menghargai sebagai sesama umat beragama.
-          Bagi yang tidak menerapkan sila pertama, Contohnya : mereka muslim tidak menjalankan puasa dan yang hindu tidak menjalankan ibadah nyepi.

2.      Pancasila Sila Kedua :
Manusia memiliki hakikat pribadi yang mono-pluralis terdiri atas susunan kodrat jiwa raga, serta berkedudukan sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri dan makhluk TuhanYang Maha Esa. Nilai luhur kemanusiaan akan menumbuhkan sikap tepasalira(toleransi) ,menghormati hak asasi manusia, anti penjajahan, mengutamakan kebenaran dan keadilan, mencintai sesama manusia, tenggang rasa, dan sebagainya.

Adapun makna yang terkandung dalam sila kedua  ini adalah :
-          Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia.
-          Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia Internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.
-          Tidak  semena-mena terhadap orang lain.
-          Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan serta membela kebenaran dan keadilan.

Contoh penerapan kehidupan dalam sila kedua ini sebagai berikut :
-          Bagi yang menerapkan sila kedua sebagai manusia yang adil dan beradab yakni mempunyai rasa kemanusiaan dan keadilan tanpa adanya status derajat sosial. Contohnya :
Manager yang tidak sewenang-wenang atas staff dan bawahannya. Memperlakukan bawahannya dengan baik sebagai mestinya manusia. Dan berlaku adil kesetiap bawahnnya.
-          Bagi yang tidak menerapkan sila kedua, Contohnya : Manager yang menyuruh bawahnnya lembur dengan batasan waktu yang tidak wajar, menyuruh dengan nada suara yang keras serta emosi yang meluap-luap dan membandingkan antara si A dan si B dengan melihat status sosialnya.

3.      Pancasila Sila Ketiga :
Berupa pengakuan terhadap hakikat satu tanah air, satu bangsa dan satu negara Indonesia, tidak dapat dibagi sehingga seluruhnya merupakan suatu keseluruhan dan keutuhan.
 Nilai luhur persatuan terkandung di dalamnya cinta tanah air, tidak membeda-bedakan   sesama warga negara Indonesia, cinta perdamaian dan persatuan, tidak mengagung-agungkan bangsa sendiri, suku dan daerah tertentu.

Adapun makna yang terkandung dalam sila ketiga ini sebagai berikut :
-          Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
-          Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
-          Rela berkoban demi bangsa dan negara.
-          Bangga sebagai bagian dari Indonesia serta cinta tanah air.

Contoh penerapan kehidupan dalam sila ketiga sebagai berikut :
-          Bagi yang  menerapkan sila ketiga sebagai satu bangsa dan satu negara menjunjung nilai kesatuan dan persatuan tidak membedakan antar suku bangsa serta cinta akan tanah air.
Contohnya : Warga yang saling menghormati tidak memandang dari sudut suku ataupun ras. Saling rukun saling diskusi dan memberikan solusi dalam permasalahan yang ada untuk mempererat kesatuan.
Bagi yang tidak menerapkan sila ketiga, Contohnya : Warga yang suka memprovokatori setiap ada permasalahan dan tidak ikut mencari solusi bersama.


4.      Pancasila Sila Keempat:
Sila ke-empat ini merupakan penjelmaan dalam dasar politik Negara, ialah Negara berkedaulatan rakyat menjadi landasan mutlak daripada sifat demokrasi Negara Indonesia. Disebabkan mempunyai dua dasar mutlak, maka sifat demokrasi Negara Indonesia adalah mutlak pula, yaitu tidak dapat dirubah atau ditiadakan. Berkat sifat persatuan dan kesatuan dari Pancasila, sila ke-empat mengandung pula sila-sila lainnya, sehingga kerakyatan dan sebagainya adalah kerakyatan yang berke-Tuhanan Yang Maha Esa, Yang berkemanusiaan yang adil dan beradab, yang berpersatuan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Adapun nilai-nilai yang terkandung dalam sila keempat, antara lain sebagai berikut.
-          Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat.
-          Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain.
-          Mengutamakan budaya bermusyawarah dalam mengambil keputusan bersama.
-          Bermusyawarah sampai mencapai consensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan.

Contoh penerapan kehidupan dalam sila keempat sebagai berikut :
-          Bagi yag menerapkan sila keempat musyawarah sebagai kepentingan bersama dan mencapai mufakat yaitu melaksanakan segala aturan dan keputusan bersama dengan ikhlas dan bertanggung jawab seperti contoh penentuan ketua dewan atau rapat yang menyatukan kepentinga negara dan masyarakat
-          Bagi yang tidak menerapkan sila keempat yaitu dalam rapat tidak mau menerima pendapat orang lain menjadikan keputusan dengan sebelah pihak yang menyebabkan kericuhan.

5.      Pancasila Sila Kelima
Keadilan merupakan salah satu tujuan negara republik Indonesia selaku negara hukum. Penegakan keadilan akan membuat kehidupan manusia Indonesia, baik selaku pribadi, selaku anggota masyarakat, maupun selaku warga negara menjadi aman, tenteram, dan sejahtera.
Upaya untuk mencapai ke arah itu memerlukan nilai keselarasan, keserasian, dan keseimbangan, yang menyangkut hak dan kewajiban yang dimiliki oleh seluruh warga negara Indonesia tanpa membedakan agama, suku, bahasa, dan status sosial ekonominya. Setiap warga negara Indonesia harus diperlakukan adil sesuai dengan hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

Adapun nilai-nilai yang tercermin dalam sila kelima, antara lain sebagai  berikut.
-          Mewujudkan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, terutama meliputi bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, dan pertahanan keamanan nasional.
-          Keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.
-          Bersikap adil dan suka memberi pertolongan kepada orang lain.
-          Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang terpuji yang senantiasa mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong-royongan.
-          Cinta akan kemajuan dan pembangunan bangsa, baik material maupun spiritual.

Contoh penerapan kehidupan dalam sila kelima sebagai berikut :
-          Bagi yang menerapkan sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia yang dimana rakyat dari sabang sampai merauke mendapatka keadilan yang sama dan tidak membeda-bedakan yaitu mengayomi dan memperhatikan rakyat indonesia yang jauh dari pantauan negara dan minim akan pembangunan seperti contoh dipapua atau dipulau lain serta memberikan pelayanan dan pertolongan dalam segala bidang ekonomi maupun pendidikan.
-          Bagi yang tidak menerapkan sila kelima membiarkan rakyat kecil terlantar, tidak mau turun langsung untuk melihat bagaimana kondisi kehidupannya, berpura-pura tidah tahu padahal ia juga bagian dari rakyat indonesia.

Pancasila merupakan sumber nilai dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai apa sajakah yang terkandung dalam Pancasila sehingga Pancasila merupakan sumber nilai? Dalam kaitan ini, Dardji Darmodihardjo mengatakan bahwa Pancasila tergolong nilai kerohanian, tetapi nilai kerohanian yang mengakui nilai material dan nilai vital. Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi unsur jasmani manusia. Adapun nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna untuk dapat mengadakan kegiatan atau aktivitas. 
Dalam Pancasila, terkandung nilai-nilai yang lengkap dan harmonis, baik nilai material, nilai vital, nilai kebenaran/kenyataan, nilai estetis, nilai etis atau moral maupun nilai religius, yang ter cermin dalam sila-sila Pancasila yang bersifat sistematis-hierarkis. Nilai-nilai Pancasila mempunyai sifat objektif, subjektif, dan kedua-duanya. Sifat objektif karena sesuai dengan objeknya/kenyataannya dan bersifat umum/universal. Adapun sifat subjektif karena sebagai hasil pemikiran seluruh bangsa Indonesia.    
Melihat fungsi dasar Pancasila sebagai dasar negara, segala tindak tanduk atau perbuatan semua warga negara harus mencer  minkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pancasila merupakan sumber nilai yang menuntun sikap, perilaku atau perbuatan manusia Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

                 http://bakhrul-25-rizky.blogspot.com/2012/03/analisis-pancasila-sila-keempat.html         



Tidak ada komentar:

Posting Komentar