Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu”
(Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau
makhluk ang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia
dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas,
sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita
merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia
tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan
dirinya.
Manusia disebut sebagai mahluk sosial, mahluk yang
tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Artinya manusia memiliki
kebutuhan dan kemampuan serta kebiasaan untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan
manusia yang lain.
Hakekat Manusia Menurut Pandangan Umum
Pembicaraan manusia dapat ditinjau dalam berbagai perspektif, misalnya
perspektif filasafat, ekonomi, sosiologi, antropologi, psikologi, dan
spiritualitas Islam atau tasawuf, anatar lain :
a. Dalam perspektif filsafat.
Disimpulkan bahwa manusia merupakan hewan yang
berpikir karena memiliki nalar intelektual. Dengan nalar intelektual itulah
manusia dapat berpikir, menganalisis, memperkirakan, meyimpulkan,
membandingkan, dan sebagainya. Nalar intelektual ini pula yang membuat manusia
dapat membedakan antara yang baik dan yang jelek, antara yang salah dan yang
benar.
1. Hakekat Manusia
Pada saat-saat tertentu dalam perjalanan
hidupnya, manusia mempertanyakan tentang asal-usul alam semesta dan asal-usul
keberadaan dirinya sendiri. Terdapat dua aliran pokok
filsafat yang memberikan jawaban atas
pertanyaan tersebut, yaitu Evolusionisme dan
Kreasionisme (J.D. Butler, 1968). Menurut Evolusionisme,
manusia adalah hasil puncak dari mata
rantai evolusi yang terjadi di
alam semesta. Manusia sebagaimana halnya alam
semesta ada dengan sendirinya berkembang dari alam itu
sendiri, tanpa Pencipta. Penganut aliran ini antara lain Herbert Spencer,
Charles Darwin, dan Konosuke Matsushita. Sebaliknya, Kreasionisme
menyatakan bahwa asal usul manusia sebagaimana halnya alam semesta adalah
ciptaan suatu Creative Cause atau Personality, yaitu Tuhan YME. Penganut aliran
ini antara lain Thomas Aquinas dan Al-Ghazali. Memang kita
dapat menerima gagasan tentang adanya
proses evolusi di alam semesta termasuk pada diri
manusia, tetapi tentunya kita menolak pandangan
yang menyatakan adanya manusia di alam semesta semata-mata sebagai hasil
evolusi dari alam itu sendiri, tanpa Pencipta.
2. Wujud dan Potensi Manusia.
Wujud Manusia.
menurut penganut aliran Materialisme yaitu Julien
de La Mettrie bahwa esensi manusia semata-mata
bersifat badani, esensi manusia adalah tubuh atau
fisiknya. Sebab itu, segala hal yang bersifat kejiwaan, spiritual atau
rohaniah dipandangnya hanya sebagai resonansi dari
berfungsinya badan atau organ tubuh. Tubuhlah yang
mempengaruhi jiwa. Contoh: Jika ada organ tubuh luka muncullah rasa
sakit. Pandangan hubungan antara badan dan
jiwa seperti itu dikenal sebagai Epiphenomenalisme
(J.D. Butler, 1968). Bertentangan dengan gagasan Julien
de La Metrie, menurut Plato salah seorang
penganut aliran Idealisme bahwa esensi
manusia bersifat kejiwaan/spiritual/rohaniah.
b. Dalam Perspektif Ekonomi.
Dalam perspektif ekonomi, manusia adalah
makhluk ekonomi, yang dalam kehidupannya tidak dapat lepas dari
persoalan-persoalan ekonomi. Komunikasi interpersonal untuk memenuhi
hajat-hajat ekonomi atau kebutuhan-kebutuhan hidup sangat menghiasi kehidupan
mereka.
c. Dalam Perspektif Sosiologi.
Manusia adalah makhluk social yang sejak lahir
hingga matinya tidak pernah lepas dari manusia lainnya. Bahkan, pola hidup
bersama yang saling membutuhkan dan saling ketergantungan menjadi hal yang
dinafikkan dalam kehidupan sehari-hari manusia.
d. Dalam Perspektif Antropologi.
Manusia adalah makhluk antropologis yang
mengalami perubahan dan evolusi. Ia senantiasa mengalami perubahan dan
perkembangan yang dinamis.
e. Dalam Perspektif Psikologi.
Manusia adalah makhluk yang memiliki jiwa. Jiwa
merupakan hal yang esensisal dari diri manusia dan kemanusiaannya. Dengan jiwa
inilah, manusia dapat berkehendak, berpikir, dan berkemauan.
Beberapa pengertian manusia menurut para ahli :
OMAR MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi (badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor keturunan dan lingkungan.
ERBE SENTANU
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dibilang manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain.
PAULA J. C & JANET W. K
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinan.
KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Bangsa Timur umumnya dikenal baik dengan mengedepankan
norma-norma, moral, dan etika, dan nilai adat istiadat serta nilai
kebudayaannya yang sangat dijunjung tinggi. Kepribadian Bangsa Timur juga
identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam berpakaian serta
santun dalam berperilaku. Tak heran bahwa Bangsa Timur sangat terkenal dengan
keramah tamahan penduduknya yang lebih bersahabat. Salah satu dari bangsa timur
itu adalah bangsa Indonesia.
Sejak jaman dahulu bangsa Indonesia
dikenal oleh bangsa lain sebagai bangsa yang memiliki kepribadian positif.
Selain itu, Bangsa Indonesia juga dikenal sebagai Negara yang memiliki adat
istiadat yang sangat beragam. Sebagai bangsa timur Indonesia dikenal juga
sebagai bangsa yang memiliki kepribadian santun, ramah, suka bergotong-royong,
peduli, empati, dan lain sebagainya.
Santun adalah suatu sikap positif
dalam berprilaku. Santun dapat di implementasikan dengan cara santun
berpakaian, berbicara, berprilaku, dan lain sebagainya. Dalam kehidupan
berbudaya di Indonesia, santun adalah hal yang sangat mendasar. Sopan santun
adalah energi positif, yang dapat menciptakan kehidupan pribadi yang lebih
berkualitas. Karena, saat seseorang mengekspresikan sopan santun dalam sikap
dan perilaku, maka dia sedang menularkan energi baik kepada orang lain, dan
orang lain yang merasakan energi baik tersebut, hatinya menjadi lebih peduli
untuk melayani energi sopan santun.
CONTOH KASUS
Contoh
kasus yang berhubungan dengan permasalahan kebudayaan di lingkungan saya yaitu,
kurang mencintai kebudayaan sendiri dan lebih memilih kebudayaan-kebudayaan
modern. Masyarakat banyak yang berpenampilan tidak sesuai dengan kebudayaan
Indonesia mereka malah berpenampilan layaknya bangsa barat dan tidak sedikit
yang mengikuti budaya di sana, kadang ada yang berlebihan sehingga melanggar
norma. Teman-teman sebaya saya pun hampir semuanya menyukai tarian-tarian
modern daripada tarian-tarian tradisonal. Itu semua mencerminkan bahwa
kebudayaan di lingkungan saya bahkan di Indonesia hampir hilang. Akhirnya
jadilah sebuah permasalahan kebudayaan.
Tanggapan masalah
Kita
sebagai seorang mahasiswa yang aktif dan kreatif tentunya tidak ingin
kebudayaan kita menjadi pudar bahkan lenyap karena pengaruh dari budaya-budaya
luar. Mahasiswa memiliki kedudukan dan peranan penting dalam pelestarian seni
dan budaya daerah. Hal ini didasari oleh asumsi bahwa mahasiswa merupakan anak
bangsa yang menjadi penerus kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara Indonesia. Dan seharusnya kita sebagai penerus bangsa indonesia
harus mencintai budaya Indonesia, agar Indonesia tetap maju dan jaya karena Indonesia
kaya akan budaya dan bahasa. Contoh dari melestarikan budaya indonesia yaitu
seperti memakai batik, menyanyikan lagu daerah , menarikan tarian daerah, dll.
Web
:
·
http://kartika-d.blogspot.co.id/2014/05/hakikat-manusia-menurut-pandangan-umum.html